Rabu, 15 November 2017

Cerita Antara Saya dan DomaiNesia



Saat itu tahun 2012 dan saya masih kuliah di salah satu Sekolah Tinggi jurusan informatika di daerah Istimewa Yogyakarta. Jurusan tersebut tentunya banyak tugas yang berhubungan dengan teknologi informatika, salah satunya ada membuat website dengan domain milik sendiri. Seperti yang kita tahu, mahasiswa pasti suka yang serba gratis dan murah, berbekal mesin pencari saya mulai mencari apakah ada "domain gratis", dari berbagai hasil ternyata nihil, kebanyakan hanya menyediakan subdomain dan nama yang tidak biasa. Hingga akhirnya mengganti keyword  dengan kata "domain murah", dari sinilah cerita saya dengan DomaiNesia dimulai.

Awal - Awal Penggunaan

Saat itu saya membangun sebuah website untuk koleksi info-info kompetisi yang ada Indonesia, saat itu saya mendapatkan domain https://kompetisiindonesia.com. berbekal CMS dari Wordpress. Isinya cukup sederhana, berisi judul kompetisi, penyelenggara, syarat ketentuan, hadiah, dan batas pendaftarannya. Setelah utak - atik dari tampilan agar terlihat sekompetisi mungkin akhirnya sudah saatnya untuk mencari penyedia hosting dan domain, tentunya dengan harga mahasiswa. Seperti biasa mulai mengakses hasil pencarian mulai dari yang paling atas, ketika mengunjungi website DomaiNesia dan cek pricingnya, saya menemukan apa yang saya cari. Kalo tidak salah saat itu setahun 80ribuan untuk domain .com, dan beserta paket hemat hosting, cpanel dan perangkatanya (spesifikasi hardwarenya lupa) habis 100ribuan rupiah, untuk selanjutnya membayar sewa domain perbulan senilai Rp 25.000,-. Dari pengalaman diatas saya langsung tahu bahwa DomaiNesia bisa menjadi pilihan utama hosting untuk pemula.

Bukan Hanya Sekedar Harga Murah Tapi Juga Pelayanan Yang Responsif

Awal - awal menggunakan hosting tentunya bukan tanpa rintangan, banyak masalah ini itu yang dihadapi, penyebab utamanya karena belum berpengalaman dengan konfigurasi cpanel, memang dengan googling beberapa masalah terpecahkan, tapi ada beberapa kasus yang sudah ditemukan solusinya dengan cara tersebut, akhirnya saya putuskan untuk menanyakan ke pihak Domanesia. 

Fitur yang paling berperan untuk saat seperti ini adalah tiket, Ada beberapa pilihan untuk pembuatan tiket, masing - masing ditujukan tergantung dari jenis pertanyaan / permasalahan yang anda hadapi, antara lain :

Suppot

Jika kalian ada masalah di DomaiNesia yang berkaitan dengan pelayanan yang diberikan, bisa masalah di domain, server, instalasi atau hal sejenis lainnya. Disinilah saya sering membuat tiket dengan beberapa permasalah website dan konfirgurasi yang sudah tidak bisa saya tangani sendiri.

Sales

Kalo disini saya biasanya tanya-tanya soal paket mana yang cocok kedepannya, tanya promo kedepan, atau ketika bayar tagihan hosting bulanan tapi tidak otomatis terkonfirmasi, jadi bisa konfirmasi manual dengan membuat tiket disini.

Abuse / Penyalahgunaan

Belum pernah sih untuk menggunakan ini, tapi dari namanya kemungkinan besar disini kita bisa melaporkan, adanya penyalahguanaan yang mengikut sertakan akun kita, mungkin ada yang akses akun kita tanpa izin dan lain sebagainya,

Selain memilih departemen diatas, jangan lupa untuk menghubungkan servis yang diajukan tiket, serta prioritasnya, hal ini juga bertujuan agar pihak DomaiNesia lebih mudah untuk menangani tiket yang kamu buat. 

Tampilan halaman tiket DomaiNesia di November 2017
Ekspetasi saya saat itu, pasti balasnya lama, tinggal browsing yang lain, setelah bukan beberapa halaman, kembali ke halaman tiket dan refresh, waw..!! sudah direspon dan ini belum ada 1 jam.  Saya pun mengikuti instruksi yang dibalas oleh perwakilan DomaiNesia lewat tiket tersebut, dilanjutkan pertanyaan saya berikutnya di tiket yang sama, dan balasannya sangat responsif serta akurat.

Hal seperti ini tentunya tidak terjadi sekali, terus berlanjut ketika saya membuat isu-isu berikutnya, dan sampai sekarang pun DomaiNesia selalu responsif, apa lagi dengan tampilannya yang lebih moderen seperti pada gambar diatas.

Cerita Sebelum Punya Akun Online Banking

Saat itu saya masih kuliah, dan hanya punya satu akun bank yaitu BRI yang belum diaktifkan online bankingnya sama sekali. Sehingga setiap tanggal 25 saya pasti menuju ATM untuk transfer ke akun DomaiNesia dalam rangka membayar tagihan hosting, paket yang saya pesan saat itu tidak terlalu mahal sih, yaitu Rp 25.000,-/bulan, saya lupa spesifikasinya. Saat itu DomaiNesia belum mempunyai opsi Bank BRI di metode pembayarannya, sehingga saya harus bayar ekstra Rp 5.000,-. 

Pernah pada saat itu kartu debit saya tidak bisa dipakai, dan saat itu pula adalah hari-hari krusial untuk saya membayar tagihan DomaiNesia dan yang lebih sialnya lagi, saya baru ingat hal tesebut ketika malam hari, saya chat Facebook satu persatu teman dekat saya untuk minta bantuan transfer, dan Alhamdulillah ada +Rony Irwan Syah yang siap membantu, rasa deg degan hilang, karena sampai saat itu belum pernah rasanya telah membayar.

Saya punya cerita lainnya yang berhubungan telat bayar, kali ini lebih parah. Domain saya saat itu ternyata sudah melewati batas tenggang tahunan, kalau tidak salah sekitar 1 minggu lebih tidak bayar tagihan, saya tahunya ketika akses website yang menggunakan domain tersebut, karena menampilkan pesan tidak bisa diakses.  Setelah cek di akun DomaiNesia, "wah kelewat bayar", langsung dag dig dug, takutnya domain tersebut tidak bisa saya gunakan lagi. Buka tiket dan tanya ke tim support, untungnya cukup bayar dan verifikasi maka domain tersebut bisa diakses kembali. Sejak saat itu saya sudah memasang jadwal di Google Calendar untuk satu kedepan, dimulai sejak seminggu sebelum batas pembayaran, agar membayar tagihan sesuai dengan ketentuan.

Jadwal Harian di Google Calendar Saya


Pesanan Berikutnya

Dengan pengalaman menarik saya di awal-awal penggunaan servis-servis dari DomaiNesia dan aftersales yang mantab tersebut, membuat saya yakin yakin untuk kembali pesan domain dan hosting berikutnya dari DomaiNesia. Sampai saat ini saya ada 4 domain aktif yang menggunakan servis dari DomaiNesia. Ketika terpikirkan untuk menyewa domain baru, tanpa pikir panjang pasti langsung menuju https://domainesia.com , karena dihalaman depannya tersedia semacam whois search untuk mengecek apakah domain yang akan kita pesan sudah terdaftar atau belum.

Halaman Depan DomaiNesia

 Website Mulai Berkembang

Di bagian ini saya hanya menceritakan salah satu website saya yang menggunakan servis DomaiNesia. Website tersebut dulu bisa diakses di https://kompetisiindonesia.com, saat menggunakan servis di DomaiNesia sudah versi 2.x.x, dibangung menggunakan CMS Wordpress, sedang versi sebelumnya masih menggunakan Blogger. Dari masukan dan komentar para pengunjung, mereka ingin informasi lebih dari kompetisi yang dipost, dan lebih terstruktur, agar mudah dibaca dan dipahami. Seperti jika dibangun dengan Worpress, terlalu banyak yang diutak-atik, terutama dari sisi peformancenya. Saya putuskan untuk membangun ulang KompetisiIndonesia dari awal menggunakan PHP dengan framework CodeIgniter, karena dibuat sendiri maka saya bisa membuat agar code adan flow data se efektif dan seefisien mungkin, dan sangat cocok dengan spesifikasi hosting yang saat itu saya gunakan, membuat website wus, meskipun di koneksi 3G sekalipun.

Akhirnya saya membuat tim bersama teman-teman saya bernama "IdMore Team", tim ini berawal dari teman-teman satu perjuangan ketingan mengikuti hackathon ataupun perlombaan IT lainnya. Untuk berikutnya IdMore lah yang berperang mengembangkan KompetisiIndonesia, dan perubahan paling besar ada di versi 3.x.x dan 4.x.x, saat ini sudah versi 4.1. Dimana mulai berdatangan para penyelenggara kompetisi yang ingin memasang iklan disana, dan bahkan ingin KompetisiIndonesia menjadi media partner dari kompetisi yang mereka adakan. Kami mulai berpikir untuk membuat website ini bersifat modular, sehingga mudah di bongkar pasang, terutama ketika ada fitur request dari media partner. Hingga kami putuskan untuk rebuild lagi dengan environtment yang berbeda. Terpilihlah ReactJS utuk dibagian frontend, karena sifatnya yang based on components membuat koding lebih mudah untuk scalable

Hingga pada versi 4.x.x kami mulai meninggalkan PHP dan beralih ke NodeJS, dengan NodeJS dengan kelebihan yang dimilikinya saya bisa lebih menerapkan web yang lebih efektif dan effisien baik dari sisi client dan server. Saya menerapkan teknik Isomorphic App untuk KompetisiIndonesia, dan hasilnya perfecto!, peformanya bisa dibilang 4x lebih baik dari versi 2.x.x. Nah bagi kamu yang belum berpengalaman deploy NodeJS di live, tentang saja, karena saat ini Domanesia punya fitur instant deploy , yang memungkina deploy website in minutes, tidak perlu repot-report konfigurasi server. Karena serem juga lihat layar cuma ada warna hitam putih doank (plesetan untuk terminal). Tidak cuma untuk NodeJS tapi untuk PHP, Python, Ruby dan beberapa CMS lainnya yan gkamu butuhkan untuk membuat website sendiri.

Domain .id Pertama Saya di DomaiNesia

Saat itu kami sering melihat iklan dari Pandi, tentang bangga menggunakan domain id. Kami mulai merapatkan hal ini, hingga keputusan didapatkan dan lahirlah domaine baru untuk KompetisiIndonesia, yaitu https://kompetisi.id, inilah domain .id yang pertama saya beli, dan tentunya belinya di DomaiNesia. DomaiNesia menawarkan harga yang sepadan, baik ketika tahun pertama dan tahun - tahun berikutnya ketika sudah masanya perpanjang sewa domain.

Halaman Depan https://kompetisi.id
Dengan domain baru tersebut selain mudah untuk diingat pengguna dan semakin meyakinkan bahwa situs ini memang platform kompetisi online khusus warga Indonesia.


Bagaimana Masalah Saya Dulu Diatasi DomaiNesia

Diatas sempat saya ceritakan bagaimana saya kesulitan untuk transfer karena belum punya akun mobile banking, dan domain yang terblokir karena telat bayar. Dengan Domanesia sekarang, semua bisa diatasi dengan menggunakan fitur Depositnya. Cara kerja ya seperti deposit/wallet, kirim minimal Rp 50.000,- atau maksimum Rp 2.000.000,- ke akun DomaiNesiamu, nah dari deposit yang kamu kirimkan tersebut bisa digunakan untuk pembayaran tagihan-tagihan berikutnya tanpa harus transfer tempat waktu. Waw DomaiNesia memang mantab, memudahkan untuk kedua belah pihak baik dari pengguna dan penyedia layanan.


Penutup

Kurang lebih seperti itulah cerita antara saya dan DomaiNesia yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya, kami memiliki hubungan yang sangat erat untuk menghadapi masa depan yang lebih baik. Tidak lupa saya ucapkan selamat ulang tahun ke 8 untuk DomaiNesia, dengan 8 tahun yang sudah dilewati ini, bisa menjadi bahan untuk membuat pelayanan yang semakin baik dan semakin baik tiap harinya, demi kepuasan konsumen dan agar DomaiNesia semakin WAAAW.


instant deploy Domainesia

2 comments:

Harry Andriyan mengatakan...

saya juga pakai untuk web pribadi, lumayan kenceng harryam[dot]net

Reezky Pradata mengatakan...

Saya juga pakai nih domainesia di web pribadi saya Reezkypradata dot com. mantap dah pokoknya domainesia

Posting Komentar